Aplikasi Kriptografi Untuk Keamanan Pelaporan Pemungutan Suara Pada Pemilihan Umum Presiden Berbasiskan Layanan Pesan Pendek di Indonesia 1. Pendahuluan Pemilihan umum presiden merupakan pesta demokrasi lima tahunan yang dilaksanakan di Indonesia untuk memilih pemimpin negara yang akan mengabdi dalam rangka mewujudkan Indonesia yang makmur dan sejahtera bagi seluruh rakyat di tanah air. KPU (Komisi Pemilihan Umum) sebagai lembaga yang bertanggungjawab terhadap pelaksaan pemilu tentu harus mampu menyediakan infrastruktur yang aman untuk mendukung terlaksananya pemilu agar dapat berlangsung dengan baik, valid dan akuntabel. Pada pemilihan umum ini terdapat kebutuhan untuk melaporkan hasil pemungutan suara di TPS-TPS yang tersebar di seluruh tanah air dengan cepat tanpa mengurangi akurasi dan validitas laporan. Transformasi teknologi informasi memiliki dampak yang signifikan dalam infrastruktur pendukung pemilihan umum presiden. Saat ini, KPU sedang menyiapkan sistem pelaporan hasil pemungutan suara dalam Pemilu Presiden melalui short messages service (SMS). Teknologi berbasiskan layanan pesan pendek ini lebih memungkinkan digunakan pada pemilu presiden daripada pemilu legislatif karena variasi data untuk pemilihannya relatif lebih sedikit. Penggunaan SMS untuk pelaporan suara sudah sangat populer digunakan oleh lembaga survey untuk mendukung perhitungan quick count pemilu legislatif di Indonesia . Dalam hal ini faktor keamanan tentu menjadi sangat penting dikarenakan data yang ingin dikirimkan sifatnya sangat sensitif dan harus terjamin kebenarannya. Tentu bukan SMS dari sembarang ponsel yang digunakan. SMS yang akan diproses oleh sistem hanyalah SMS dari ponsel yang nomornya terdaftar di dalam sistem. Dengan sistem tersebut terdapat beberapa celah keamanan yang mungkin dapat dimanfaatkan orang-orang tidak bertanggungjawab. Misalnya apabila ponsel petugas hilang dan digunakan oleh orang tertentu yang mengetahui format isi laporan atau apabila ditengah transmisi isi pesan dapat diambil oleh orang yang tidak berwenang. Salah satu cara untuk menanggulangi hal tersebut adalah mengaplikasikan kriptografi dalam sistem pelaporan pemungutan suara pemilihan umum presiden di Indonesia. 2. Tinjauan Pustaka 2.1. Pelaporan Hasil Pemungutan Suara 2.1.1. Sistem KPU Sistem penghitungan suara elektronis KPU untuk pemilu legislatif menggunakan teknologi ICR atau Intelligent Character Recognition. ICR adalah adalah teknologi yang mengandalkan intelegensi buatan untuk mengenali tulisan tangan menjadi data. ICR diyakini sulit mencapai akurasi 98%, kecuali jika tesnya sangat terbatas dan kondisinya terekayasa dengan apik. Tulisan tangan setiap orang berbeda-beda. Tulisan tangan orang yang sama pun berbeda-beda. Kadang suatu ketika menulis agak miring ke kanan, kadang miring ke kiri kadang tegak. ICR akan berusaha sebaik mungkin untuk menebak tulisan tangan yang dibaca berdasarkan kemiripan atas kriteria-kriteria tertentu yang diterapkan pada algoritma yang digunakan. ICR bertumpu pada cara atau algoritma yang digunakan dalam menebak. Yang namanya tebakan, semakin sering menebak makin banyak benar dalam tebakannya, dan setiap tebakan bisa diperkirakan tingkat keyakinan akan benar tidaknya tebakan tersebut. Hal ini adalah salah satu kekurangan dari teknologi ICR yaitu pada saat dia yakin tebakannya benar tapi ternyata salah atau yang disebut sebagai "False Positive". Karena false positive ini tidak bisa dihindari, maka tidak ada satu lembar pun hasil scanning yang tidak perlu diverifikasi dan divalidasi, berapapun tingginya akurasi yang diklaim oleh sebuah produk ICR. Inilah jebakan yang harus dihindari jika akurasi dari data adalah segalanya, dan karenanya secara teknis sebenarnya ICR tidak cocok digunakan untuk penghitungan suara yang harus akurat dan cepat. 2.1.2. Sistem Quick Count Pelaporan hasil pemungutan suara merupakan bagian penting dalam proses penghitungan suara. Saat ini, Quick Count, yang menjadi pusat perhatian seluruh masyarakat yang ingin memantau hasil perhitungan suara secara instan menggunakan teknologi SMS untuk mendukung pengumpulan data. Secara umum skema survey quick count dilakukan oleh petugas lapangan lembaga yang bertugas dengan mengirimkan SMS berisi hasil rekap suara ke SMS server. SMS yang masuk ke server hanya akan dibaca bila SMS tersebut berasal dari nomor yang telah terdaftar. Bila SMS berasal dari nomor lain, hasilnya tidak akan mempengaruhi perhitungan quick count. Ketika data SMS sampai di server , pesan akan divalidasi secara otomatis, mulai dari nomor, isi, dan kemudian dibandingkan dengan data yang tersimpan di database. Bila database ternyata telah menyimpan data yang dikirim dari entri manual terlebih dahulu maka data dari SMS tidak akan digunakan. Begitu pula data SMS yang masuk gagal karena dikirim dengan format penulisan yang salah maka sistem akan menggunakan data dari entri manual. Gambar 1 Skema Pelaporan Pemungutan Suara Via SMS 2.2. Penggunaan SMS Untuk Sistem Pelaporan Hasil Pemungutan Suara Presiden Berbeda dengan pemilu legislatif yang menggunakan sistem ICR, Komisi Pemilihan Umum sedang menyiapkan sistem pelaporan hasil pemungutan suara dalam Pemilu Presiden melalui short messages service (SMS). Teknologi SMS lebih memungkinkan digunakan di Pemilu Presiden daripada di Pemilu legislatif karena variasi datanya lebih sedikit. Dari satu partai saja terdapat calon untuk Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah sehingga kompleksitas cukup tinggi dan dikhawatirkan sangat berpotensi terjadi kesalahan entri data. Sistem ini sedang dalam masa pengujian. Pengiriman data melalui SMS ini diharapkan akan menjadi lebih cepat. Untuk otentifikasi, KPU merancang sistem pengidentifikasian nomor pengirim apakah sudah terdaftar dan berasal dari TPS tertentu. SMS digunakan karena teknologi itu memberikan hasil suara yang cepat. SMS dapat mempersingkat jeda waktu yang banyak terbuang bila dilakukan lewat telepon atau pemindaian menggunakan ICR. SMS dapat memotong jalur penyampaian data dari hulu ke hilir secara efisien. Selain itu, SMS adalah teknologi yang mudah, telah diakses luas oleh banyak orang serta proses coding yang relatif mudah. 3. Desain Keamanan Sistem Pelaporan Hasil Pemungutan Suara Presiden Berdasarkan paparan di atas, sistem pelaporan hasil pemungutan suara presiden yang sekarang sedang dirancang memiliki karakteristik sebagai berikut : • Otentikasi pengirim laporan menggunakan nomor ponsel yang terdaftar pada sistem • Isi laporan dikirimkan tanpa pemrosesan lebih lanjut Dengan sistem seperti ini terdapat beberapa celah keamanan yang dapat dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. Beberapa celah tersebut adalah : • Apabila ponsel petugas resmi dicuri oleh orang lain dan pencuri mengetahui format laporan yang digunakan KPU maka pencuri dapat mengirimkan laporan ke sistem. Dikarenakan nomor petugas resmi terdaftar maka laporan akan dianggap valid. • Apabila laporan dikirimkan melalui jaringan dan ditengah jaringan terdapat orang yang melakukan penyadapan dan mengubah isi laporan maka hasil laporan dapat dianggap valid oleh sistem. Mengingat laporan pemungutan suara melalui SMS harus tetap menjaga kecepatan dan keakuratan data maka perlu didesain sistem keamanan yang dapat memastikan laporan yang diterima oleh sistem merupakan laporan yang benar, sah dan valid. Untuk itu tentu saja diperlukan modifikasi dari sistem yang sedang dirancang oleh KPU. Berikut penulis akan mengusulkan desain keamanan untuk sistem pelaporan pemungutan suara presiden berbasiskan layanan pesan pendek dengan menggunakan prinsip-prinsip kriptografi. 3.1. Protokol Pengiriman Laporan Pemungutan Suara Skema yang diusulkan untuk dapat meningkatkan keamanan dalam pengiriman laporan pemungutan suara menggunakan prinsip kriptografi adalah : Komunikasi Tanda Tangan Digital Prinsip komunikasi ini menggunakan tanda tangan digital untuk menjamin integritas data dan otentikasi. Lebih lengkapnya desain komunikasi dengan tanda tangan digital adalah sebagai beriku t: 1. Pelapor memberi tanda tangan digital pada message digest pesan laporan dengan fungsi hash 2. Pelapor mengenkripsi message digest laporan dengan kunci privat pelapor. Hasil enkripsi dilekatkan pada pesan laporan 3. Pelapor mengirim pesan laporan bersama dengan digital signature 4. KPU meringkas pesan laporan menjadi message digest dengan fungsi hash yang sama 5. KPU mendekripsi tanda tangan digital dengan kunci publik pada basis data yang disertakan dalam pesan laporan 6. KPU membandingkan message digest yang dihasilkan dengan dekripsi dari tanda tangan digital, jika sah maka pesan laporan dapat digunakan 3.2. Fungsi Hash Satu-Arah Untuk implementasi yang lebih sederhana tanpa mengurangi tingkat keamanan pelaporan pengiriman suara maka penggunakan komunikasi tanda tangan digital lebih disarankan. Proses menghasilkan tanda tangan digital dari isi laporan, akan menggunakan fungsi hash satu arah. Fungsi hash adalah fungsi yang menerima masukan string yang panjangnya sembarang dan mengkonversinya menjadi string keluaran yang panjangnya tetap (fixed). Fungsi hash mengkompresi sembarang pesan yang berukuran berapa saja menjadi message digest yang ukurannya selalu tetap. Fungsi hash satu-arah (One-way hash) adalah fungsi hash yang bekerja dalam satu arah :pesan yang sudah diubah menjadi message digest tidak dapat dikembalikan lagi menjadi pesan semula. Dua pesan yang berbeda akan selalu menghasilkan nilai hash yang berbeda pula. Fungsi hash satu-arah yang dapat digunakan pada sistem adalah MD5. MD5 adalah fungsi hash yang dibuat oleh Ronald Rivest pada tahun 1991. MD5 menerima masukan berupa pesan denga nukuran sembarang dan menghasilkan message digest yang panjangnya 128 bit. Langkah-langkah pembuatan message digest secara garis besar adalah sebagai berikut : 1. Penambahan bit-bit pengganjal (padding bits) 2. Penambahan nilai panjang pesan semula 3. Inisialisasi penyangga buffer MD 4. Pengolahan pesan dalam blok berukuran 512-bit 3.3. Algoritma RSA Untuk kekuatan pengiriman pesan, message digest akan dienkripsi dengan algoritma RSA, salah satu kriptografi kunci publik yang populer. Keamanan algoritma RSA terletak pada sulitnya memfaktorkan kunci privat. Selama pemfaktoran bilangan besar menjadi faktor-faktor prima belum ditemukan algoritma yang mangkus, maka selama itu pula keamanan algoritma RSA tetap terjamin. RSA menggunakan kunci berbeda untuk enkripsi dan dekripsi. Untuk pembangkitan kunci menggunakan algoritma berikut : 1. Pilih dua buah bilangan prima sembarang, p dan q 2. Hitung 𝑛 = 𝑝.𝑞 (sebaiknya p tidak sama dengan q) 3. Hitung ∅ 𝑛 = 𝑝−1 (𝑞−1) 4. Pilih kunci publik, e, yang relatif prima dengan ∅ 𝑛 5. Bangkitkan kunci privat dengan menggunakan persamaan 𝑑=1+𝑘∅ 𝑛 𝑒 Hasil dari algoritma di atas adalah : • Kunci publik adalah pasangan (e,n) • Kunci privat adalah pasangan (d,n) Untuk algortima enkripsi dan dekripsi menggunakan RSA adalah : Enkripsi Ambil kunci publik penerima pesan,e dan modulus n Nyatakan plainteks m menjadi blok-blok m1,m2, .. , sedemikian sehingga setiap blok merepresentasikan nilai di dalam selang [0,n-1] Setiap blok mi dienkripsi menjadi blok ci dengan rumus ci = mi d mod n Dekripsi Setiap blok cipherteks c, didekripsi kembali menjadi blok mi dengan rumus mi = ci d mod n 3.4. Arsitektur Tanda Tangan Digital SMS Sistem Pelaporan Hasil Pemungutan Suara Gambar 2 Arsitektur Sistem Pelaporan Pemungutan Suara Gambar diatas menunjukkan arsitektur rancangan sistem pelaporan hasil pemungutan suara presiden pada sistem KPU. Terdapat aplikasi yang akan dibangun pada ponsel petugas, untuk memberikan tanda tangan digital pada SMS laporan. Pada sisi server, terdapat aplikasi untuk menverifikasi data SMS yang masuk. Implementasi pada sisi server dapat berupa penambahan modul dari aplikasi yang sudah ada karena kebutuhan utama adalah verifikasi tandatangan digital pada pesan yang dapat dilakukan dengan menambahkan beberapa fungsi. Seluruh laporan pemungutan suara nantinya akan dikirimkan menggunakan tanda tangan digital SMS. Tanda tangan digital SMS merupakan tanda tangan digital pada pesan SMS yang merupakan nilai kriptografis dengan menggunakan prinsip-prinsip pada bidang ilmu kriptografi. Tanda tangan digital ini selalu berbeda-beda antara satu isi pesan SMS laporan dengan pesan SMS lain. Standar yang digunakan untuk pembentukan tandatangan digital adalah : • Fungsi hash MD5 • Algoritma kunci publik RSA untuk enkripsi message digest Pada sistem harus diimplementasikan dua kebutuhan berikut : 1. Pembentukan tanda tangan digital yaitu dengan menggunakan kunci rahasia (kunci yang hanya diketahui oleh penerima pesan) 2. Pemeriksaan keabsahan tandatangan digital dengan menggunakan kunci publik yang berpadanan. Setiap pesan SMS yang akan dikirim akan diubah menjadi message digest (MD) dengan menggunakan fungsi MD5. Setelah itu akan dilakukan proses enkripsi untuk membentuk tandatangan digital dengan menggunakan kunci privat yang hanya diketahui oleh pengirim. Tandatangan digital yang terbentuk tersebut akan dikirimkan beserta dengan pesan SMS. Pesan SMS yang diterima diverifikasi dengan mengambil bagian tandatangan digitalnya lalu mendekripsi tanda tangan tersebut dengan kiunci publik yang diketahui oleh KPU. Tanda tangan digital yang didekripsi akan menghasilkan MD yang kemudian dicocokkan dengan hasil hash dari pesan SMS. Jika MD menunjukkan kesamaan maka pesan SMS itu memang dikirimkan dari petugas resmi KPU dan integritas datanya terjamin sehingga dapat digunakan untuk keperluan selanjutnya. 4. Implementasi Tanda Tangan Digital SMS pada Windows Mobile Untuk implementasi prototipe aplikasi tanda tangan digital SMS pada perangkat mobile, penulis akan menggunakan framework Microsoft .NET 3.5 CF pada Windows Mobile 6 dengan bahasa C#. Adapun kebutuhan kelas didefinisikan sebagai berikut: Skenario pembentukan tanda tangan digital dengan program aplikasi ini mengasumsikan petugas KPU / TPS telah mengetahui kunci privat yang berpadanan dengan kunci publik yang dimiliki KPU dan format laporan telah disepakati kedua belah pihak. Tanda tangan digital akan ditambahkan pada bagian akhir pesan laporan dengan format . Skenario pembubuhan tanda tangan digital lebih lengkap dijelaskan sebagai berikut : 1. Pelapor memasukkan nomor yang akan dituju (dalam hal ini adalah SMS server milik KPU) 2. Pelapor memasukkan isi laporan hasil pemungutan suara Gambar 4 Tampilan Input Nomor Tujuan dan Isi Laporan 3. Pelapor memilih menu Input Key 4. Pelapor memasukkan nilai kunci privat dan parameter N Gambar 5 Tampilan Input Pasangan Kunci 5. Pelapor memilih menu Add Signature (proses pembubuhan tanda tangan digital) Gambar 6 Tampilan Hasil Tanda Tangan Digital Kode implementasi pembubuhan tanda tangan digital adalah sebagai berikut : /// /// /// private void myAddSign_Click(object sender, EventArgs e) { MD5 md = new MD5(); RSACrypter rs = new RSACrypter(); string s = md.getHash(myTextField.Text); rs.init(md.DecimalString, new BigInt("105611", 10), new BigInt(privKeyField.Text, 10) , new BigInt(paramNField.Text, 10) ); myTextField.Text += "" + rs.getDigi(rs.blockRSA) + ""; this.Focus(); } 6. Pelapor mengirimkan pesan Kode implementasi pengirimpengiriman pesan adalah sebagai berikut : private void send_Click(object sender, EventArgs e) if (myDestinationField.Text.Equals(String.Empty) || myDestinationField.Text.Length < 8) { errMessage.Text = "Error!"; } else { SmsMessage OutgoingMessage = new SmsMessage(myDestinationField.Text, myTextField.Text); OutgoingMessage.Send() } } References : http://www.informatika.org/~rinaldi/Kriptografi/2008-2009/Makalah2/MakalahIF3058-2009-b040.pdf Daftar Pustaka [1] Munir, Rinaldi, Diktat Kuliah IF5054 Kriptografi, Penerbit ITB 2006 [2]http://ardh1net.blogdetik.com/readblog/2009/04/15/211058/736/publikasi-ip-server-vpn-kpu-picu-penyusupan-hacker [3]http://politik.vivanews.com/news/read/48703-laporan_hasil_pemilu_presiden_pakai_sms [4]http://geeks.netindonesia.net/blogs/tahir/archive/2009/03/16/teknologi-apa-yang-baru-pada-sistem-ti-pemilu-2009.aspx

Tugas 3 Multimedia

LAPORAN PRATIKUM MULTIMEDIA II
MODUL 4
PENGUJIAN KUALITAS AUDIO










Andika Juendo Pratama
090191022
MI 2B


Dosen Pembimbing
Drs.ERWADI BAKAR M.Kom
BUDHI BAKHTIAR M.Mm




Program Studi Manajemen Informatika
Jurusan Teknologi Informasi
Politeknik Unand Padang
2011




PRATIKUM AUDIO DIGITAL
MODUL 4
PENGUJIAN KUALITAS AUDIO


1. Tujuan
Membandingkan kualitas audio berdasarkan Bit Depth, Sample Rate dan Bit Rate
2. Teori singkat
            Suara atau audio adalah getaran udara pada frekwensi yang dapat didengar oleh telinga manusia sehingga disebut dengan frekwensi suara atau freuensi audio.  Frekuensi audio berada diantara 20 Hz sd  20 KHz. Karakteristik suara ditentukan  antara lain oleh freekuensi, amplitudo dan durasi.
Ada dua jenis audio yaitu audio analog dan audio digital. Audio analog adalah pengolahan suara asli (akustik ) melalui peralatan elektronik analog sedangkan audio digital adalah suara yang melalui pengolahan secara digital melalui komputer.
• Sound atau suara adalah gelombang longitudinal yang merambat melalui medium teretentu. Medium atau zat perantara ini dapat berupa zat cair, padat, gas. Jadi, gelombang bunyi dapat merambat misalnya di dalam air, batu bara, atau udara.
• Format Sound adalah
a.      MP3

Untuk mengkompres file-file audio tanpa mengurang kualitasnya, masing-masing level memiliki metode kompresi yang berbeda-beda. MP3 ditambahkan dengan metode pengcodean Huffman coding sehingga format ini lebih mutakhir, resolusi citra yang lebih tinggi dan reservasi bit. MP3 menggunakan sistem kompresi yang disebut dengan Phycoacoustic Compression untuk menempatkan ukuran file audio. Rasio kompresiny adalah 1 : 10 sampai 1 : 12 artinya jika kita punya 50 MB data audio, maka setelah kompresi akan didapatkan sekitar 5MB.


b.      AIFF

AIFF ialah software pendukug Apple Quick Time. Format AIFF merupakan format file audio standar yang digunakan untuk menyimpan data suara untuk PC dan perangkat audio elektronik lainnya, yang dikembangkan oleh Apple pada tahun 1988. Standar dari file AIFF adalah uncomressed code pulse-modulation (PCM), namun juga ada varian

terkompresi yang dikenal sebagai AIFF AIFF-C atau aifc, dengan berbagai kompresi codec.




c.       OGG

Dari segi kualitas, kelebihan Ogg Vorbis adalah kualitas yang tinggi pada bitrate rendah dibandingkan format lain. Software seperti Winamp dan pelopor pemutar MP3 sudah mendukung format ini dalam model terbarunya. Namun dukungan hardware terhadap format ini masih jarang. Ogg Vorbis merupakan satu-satunya format file yang terbuka dan gratis.


d.      WMA

Memiliki pengertian teknis kompresi yang hampir sama dengan MP3, namun membutuhkan decoder / streaming processor yang lebih tinggi diatas decoder MP3, untuk bisa maksimal memainkan file ini. Jadi format ini membutuhkan media tambahan.




e.      WAV
Wav adalah data yang tidak terkompres sehingga seluruh sample audio di simpan di harddisk. Software yang dapat menciptakan wav dari analog sound misalnya sound recorder, software bawaan windows. Wav jarang di gunakan di internet karena ukurannya yang relative besar maksimal ukuran wav adalah 2GB


• Kualitas sound adalah
1.      Kualitas Radio AM
2.      Kualitas Radio FM
3.      Kualitas CD Audio
4.      Kualitas DVD
5.      Kualitas High End DVD


• Bit Depth adalah nilai resolusi suara atau jumlah tingkatan level suara.Audio 8 bit menyedia kan 2 pangkat delapan atau 256 level. Audio 16 bit menyediakan 65.536  level dan audio 32 bit memiliki jumlah jangkauan 2 pangkat 32 . Makin tinggi nilai jangkauan makin baik kualitas. Namun demikian ukuran file yang diperlukan juga semakin besar.
• Sample Rate adalah menunjukkan nilai sinyal audio yang diambil dalam satu detik etika melakukanrekaman suara. Semakin tinggi nilai sample rate ini kualitas audio yang dimainkan semakin baik. Agardiperoleh suara digital yang bagus maka suara analog harus di‐sampling sekitar 2 kali lipat frekuensinya.


• Bit Rate adalah nilai resolusi suara atau jumlah tingkatan level suara.Audio 8 bit menyedia kan 2 pangkat delapan atau256 level. Bit rate mengkuantifikasi berapa banyak warna yang unik tersedia dalam palet warna gambar dalam segi jumlah 0 dan 1, atau "bit," yang digunakan untuk menentukan setiap suara. Ini tidak berarti bahwa gambar harus menggunakan semua warna, tetapi itu justru bisa menentukan suara dengan tingkat presisi. Untuk gambar grayscale, kedalaman bit mengkuantifikasi berapa banyak nuansa unik tersedia. Gambar dengan kedalaman bit yang lebih tinggi dapat mengkodekan nuansa lebih atau suara karena ada kombinasi lebih dari 0 dan 1 yang tersedia


3. Alat dan Bahan     
Hardware :
- Komputer processor Intel Core 2 Duo
- Hard Disk Drive 1 TB(Terra Byte)
- RAM 2 GB(Giga Byte)
- Monitor LCD 17”
- 1 ( satu ) file audio dengan format standar ( .mp3)
- Earphone.


Software :
- Adobe Audition 2.0
-Winamp 5.1


4. Langkah Kerja
Mengganti Sample rate dan Bit Dept


·         Buka Adobe Audition
·         Import File Sound
·         Drag And Drop file sound ke Window Edit atau klik ganda file tersebut
·         Buat Sesion baru : File – New
·         Pada Jendala New Waveform Pilih Sample Rate dan Bit Rate sesuai dengan yang dibutuhkan
·         Copy File sumber ke sesion baru
·         Simpan file dengan nama lain ( File – Save As)
·         Lakukan berulang sesuai dengan table


Menganti Bit Rate


ü  Import File Sound
ü  Drag And Drop file sound ke Window Edit atau klik ganda file tersebut
ü  Buat Sesion baru : File – New
ü  Copy File sumber ke sesion baru
ü  Simpan dengan nama lain
ü  Pada jendela Save As Klik tombbol Option – Advatage , Pilih nilai yang diperlukan.
ü  Klik Ok
ü  Lakukan berulang sesuai dengan table
5. Tabel Pengujian
Membandingkan  berdasarkan Bit Dept
Sample Rate
Bit Dept
Ukuran File
Kualitas suara
44 100
32
3.96 MB (4,160,391 bytes)
Suaranya jelas dan bersih, lebih banyak noicenya.
44 100
16
3.96 MB (4,160,391 bytes)
Suaranya jelas tapi agak bising atau noice sedikit
44 100
8
3.96 MB (4,160,391 bytes)
Suaranya jelas dan bisingnya juga jelas, tidak ada noicenya.


Membandingkan berdasarkan Sample Rate
Sample Rate  (Hz)
Bit Dept
Ukuran File
Kualitas Suara
11.025
16
911 KB (933,537 bytes)
Lebih redam dan suaranya lebih kecil.
22.050
16
2.66 MB (2,799,620 bytes)
Suaranya lebih kuat dari sample rate 11.025
32.000
16
6.22 MB (6,531,682 bytes)
Suaranya jelas tanpa noice.
44.100
16
3.55 MB (3,732,505 bytes)
Kualitas suaranya sama tapi lebih jelas.
48.000
16
3.55 MB (3,732,505 bytes)
Suaranya lebih jelas
96.000
16
3.55 MB (3,732,505 bytes)
Lebih jelas lagi suaranya dari yang sebelumnya.


Membandingkan berdasarkan Bit Rate
Bit Rate
Sample Rate
Ukuran File
Kualitas Suara
20
11025
1.06 MB (1,115,976 bytes)
Suara nya agak kecil dan terdengar berat
32
11025
1.06 MB (1,115,976 bytes)
Suaranya lebih jernih dibandingkan bit rate 20
64
11025
5.02 KB (5,147 bytes)
Tidak mendukung sample rate 11025, dengan 64 bit rate, file tidak bisa di putar.
128
11025
-
Tidak mendukung sample rate 11025, dengan 128 bit rate,file tidak bias di simpan dan file tidak bisa di putar.
256
11025
-
Tidak mendukung sample rate 11025, dengan 256 bit rate, file tidak bias di simpan dan file tidak bisa di putar.
320
11025
-
Tidak mendukung sample rate 11025, dengan 320 bit rate, file tidak bias di simpan dan file tidak bisa di putar.




Bit Rate
Sample Rate
Ukuran File
Kualitas Suara
20
44100
-
Tidak mendukung sample rate 44100, dengan 20 bit rate, file tidak bias di simpan dan file tidak bisa di putar.
32
44100
911 KB (933,119 bytes)
Kualitas suaranya kurang bagus dan suaranya agak kecil
64
44100
1.77 MB (1,866,213 bytes)
Suaranya sudah jelas tpi kurang bersih.
128
44100
3.55 MB (3,732,401 bytes)
Suaranya sudah bersih dan enak di dengar.
256
44100
7.11 MB (7,464,776 bytes)
Suaranya lebih jelas dari yang sebelumnya
320
44100
8.89 MB (9,330,964 bytes)
Suaranya lebih jelas, lebih kuat dan bagus.


6. Hasil dan Pembahasan
                        1.      Sample Rate
Pada penggantian sample rate digunakan lagu Bird On A Wire 256 kbs.mp3. Pada pelaksanaan percobaan digunakan software abode audition 2.0 dan dibuatkan session baru untuk setiap sample rate dari 11.025-96.000. Untuk bit depthnya digunakan 32 bit
Hasilnya terjadi perbedaan kualitas suara dan ukuran file. Dan pada sample rate 96.000 terjadi error dikarenakan software tidak mendukung sample rate tersebut


2.      Bit depth
Pada penggantian bit depth masih menggunakan lagu Bird On A Wire 256 kbs.mp3. Untuk sample rate pada lagu ini tetap yaitu 44100. Dilakukan percobaan dari 8-32 bit.
Hasilnya terjadi perubahan suara pada setiap hasilnya. Perbedaan itu terletak pada dalam suatu lagu, penghayatan dalam sebuah lagu atau resolusi sebuah lagu itu


3.      Bit Rate
Pada penggantian bit rate terdapat dua sesi, yaitu dengan menggunakan sample rate 11.025 dan 44.100
Pada sesi pertama, file lagu yang dapat tersimpan hanya dua yaitu yang mempunyai bit rate 20 dan 32
Pada sesi kedua, yang dapat disimpan hanya bit 128 sampai pada 320.


Table membandingkan berdasarkan Bit Dept
kita menggunakan sample rate yang sama untuk masing – masing percobaan pada table 1, yaitu 44100Hz. Untuk membandingkan kualitas audio, maka kita ganti – ganti ukurann bit depth nya, seperti yang kita ketahui bitdepth adalah seberapa banyak-nya “Level” audio anda diukur (sample), ternyata semakin tinggi level audio yang diukurnya, semakin jernih dan bagus kualitas suaranya, ketika kita set bitdepth nya menjadi 8 bit, maka kualitas suara nya jelek, terdengar desiran (NOISE)
Table membandingkan berdasarkan Sample Rate
 Untuk table dua, kita membadingkan kualitas suara dengan menganti – ganti sample ratenya, seperti yang kita ketahui sample rate adalah jumlah sample per second yang diambil dari sinyal kontinyus menjadi sinyal diskrit, sehingga didapatkan hasil, semakin tinggi dan semakin banyak sample yang kita ambil, maka kualitas suara semakin bagus.
Table membandingkan berdasarkan Bit Rate (1)
Untuk table tiga , kita membandingkan kualitas suara berdasarkan bit ratenya, dengan sample rate yang sama, yaitu 11025Hz. Tetapi jangkauan bit ratenya rendah hanya sampai 32bit, ketika kita set menjadi 64bit maka ukuran filenya menjadi semakin kecil dan tidak bisa diputar “ error”, ini dikarenakan sample ratenya hanya 11025.
Table membandingkan berdasarkan Bit Rate (2)
 Untuk table ke 4 , kita juga membadingkan kualitas suara, dengan bit rate, tetapi level sample rate nya semakin tinggi yaitu 44100, sehingga sangat mendukung untuk kualitas suara dengan bit rate mencapai 320. Tetapi ukuran file nya semakin besar.
Peritah atau peringatan yang keluar saat file audio itu tidak bisa disimpan dan diputar


Untuk file yang tidak bisa disimpan :






Untuk file yang tidak bisa diputar :














7. Kesimpulan
            Pada percobaan Audio Digital dapat disimpulkan beberapa poin
1.      Semakin tinggi bit depth semakin tinggi resolusi, sehingga suara/sound terasa lebih dalam dan mempunyai rasa
2.      Semakin tinggi sample rate semakin sama sound dengan suara nyata, sehingga sound terdengar sangat detail dan nyata
3.      Semakin tinggi bit rate maka semakin tinggi kecepatan perpindahan bit suatu sound.
4.      Baik atau buruknya kualitas dari sound tergantung pada masukan, keluaran, software converter, bit rate, bit depth dan sample rate dari sound tersebut


Referensi
  • Modul Teknologi Multimedia dari Bpk Budhi Bakhtiar

  • Softcopy audio digital dari Bpk Erwadi Bakar

Tugas 2 Multimedia

ADOBE AUDITON



Adobe Audition merupakan suatu program yang digunakan untuk merekam, mengedit suara dalam bentuk digital yang berbasis Windows. Program ini dilengkapi dengan modul-modul efek suara, seperti Delay, Echo, Pereduksi Noise/Hiss, Reverb, Pengatur Tempo, Pitch, Graphic Dan Parametric Equalizer.

Adobe Audition memberikan fasilitas perekaman suara sampai dengan 128 track hanya dengan satu sound card, hal ini akan memberikan kemudahan bagi seorang sound editor untuk berekspresi lebih jauh. Edit suara bisa dilakukan dalam bentuk .wav Dan penyimpanan bisa diconvert dalam bentuk format seperti .wav .wma, .mp3, mp3pro, dll. Dalam susunan sebuah musik bisa dilakukan dengan menambahkan beberapa alat musik dan dikoneksikan dengan line in atau michrophone dari soundcard. Seperti halnya video soundtrack atau Midi, Adobe Audition mempunyai file kerja yang disebut dengan file sesion (.ses)



LANGKAH-LANGKAH MIXDOWN PADA ADOBE AUDITON



1. Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah klik fileNew Session.





2. Ketika itu kita akan mendapatkan layar seperti gambar dibawah ini, untuk selanjutnya klik OK.





3. Langkah selanjutnya adalah kita akan merekam suara dengan cara, klik tombol R dan save file rekaman kita.







4. Untuk memulai me-Record klik tombol warna merah seperti gambar dibawah ini, yang terletak di bagian bawah tampilan.





5. Setelah kita merekam maka kita akn mendapatkan track sperti gambar dibawah ini.lakukan cara yang sama untuk merekam apa yg kita inginkan selanjutnya.





6. Langkah untuk mengimport dengan klik icon import, dan pilih music atau track yang kita inginkan.





7. Tarik lagu yang kita inginkan dari lagu-lagu yang telah kita import tadi untuk mengambil atau mengedit nya.







8. Setelah itu kita akan mengedit audio/lagu yang telah kita tarik tadi seperti yang kita inginkan, dengan mengatur letak track dan mengatur nada rendah dan nada tingginya. Seperti gambar dibawah ini.





9. Kemudian save audio yang telah selesai kita edit dengan klik file  save session.









10. Langkah selanjutnya kita mengExport Audio Mixdown





11. pilihlah format audio yang kita inginkan dan save audio tersebut.





12. klik Effect Amplitude  Normalize(process) untuk audionya.







13. setelah itu klik Effect  Amplitude Hard Limiting(process) agar audio terhindar dari Distorsi.







14. Pilihlah limit max atau batas amplitude nya, dan klik OK.

Maka kita akn mendapatkan hasil seperti berikut. Dan lakukan langkah yang sama dengan format lain yang kita inginkan seperti format MP3, WAV, AIFF,OGG dan lain-lain.





15. Kamu telah selesai menggunakan Adobe Audition.







Perbedaan 6 format suara Adobe Audition

1. WAV

Wav merupakan bentuk format file suara tanpa kompresi. Format ini menyimpan semua detil suara yang biasanya berupa dua kanal suara, 44100hz sampling rate, 16 bit setiap sample. Wav biasanya menyimpan format PCM yang juga merupakan format standar audio untuk CD. Tetapi audio CD tidak memakai format wav melainkan memakai red book audio format. Tetapi karena memakai format PCM maka data yang disimpan sama hanya berbeda pada headernya.

Karena tidak di kompresi maka absennya suara tidak menjadikan ukuran file berubah tidak seperti format lossy. Tetapi wav masih sering digunakan sebagai master record karena kualitasnya yang maksimal.Permasalahan pada format ini adalah besarnya ukuran file yang mencapai 10 MB untuk setiap menit suara yang disimpan.

2. MP3

Mp3 merupakan format kompresi lossy yang paling banyak digunakan. Dengan kompresi pada bitrate 128 KBPS Mp3 memiliki kualitas yang cukup baik pada telinga kebanyakan manusia. MP3 dapat memiliki hingga 6 kanal suara untuk membuat suara terdengar lebih hidup. Mp3 memiliki 3 spesifikasi : MPEG 1 layer 3, MPEG 2 layer 3, dan MPEG 2,5. Perbedaannya adalah MPEG 1 layer 3 memiliki sampling rate 32, 44,1 dan 48 kHz, sedang MPEG 2 layer 3 memiliki sampling rate 16, 22.05, dan 24 kHz. MPEG 2,5 memiliki sampling rate 8 dan 11 kHz. Walaupun ketiganya dapat disebut sebagai MP3 tetapi yang paling sering ditemui adalah MPEG 1 layer 3.

3. AAC

AAC adalah singkatan dari Advanced Audio Coding merupakan standar format berkas audio terkompresi. AAC umumnya memiliki kualitas suara yang lebih baik dibandingkan dengan format populer MP3 dalam bitrate yang sama khususnya pada bitrate di bawah 100 kbit/s. AAC merupakan format yang umum digunakan ketika melakukan kompresi CD audio pada Apple iPod dan iTunes (eksensi .m4a). Format ini merupakan bagian standar Motion Picture Experts Group (MPEG). Sample rate yang ditawarkan sampai 96 KHz atau dua kali MP3 yang hanya 44 KHz.

4. Ogg

Ogg adalah format pemuat berkas video dan audio standar terbuka bebas yang dipelihara oleh Xiph.Org Foundation. Para pencipta format Ogg mengaku bahwa format ini tidak dibatasi oleh paten perangkat lunak dan dirancang untuk menyediakan streaming dan manipulasi yang efisien terhadap multimedia digital bermutu tinggi. Nama "Ogg" merujuk kepada format berkas yang dapat memultiplekskan sejumlah codec sumber terbuka yang saling mandiri dan terpisah untuk audio, video, teks (seperti terjemahan film), dan metadata.

5. WMA

format kompressi dari Microsoft.Audio berarti suara yang terdengar oleh telinga manusia, frekuensi-nya antara 20 Hz sampai dengan 20 KHz. Kelebihan WMA ladalah kualitas musik yang lebih baik daripada MP3 maupun AAC. Format ini cukup populer dan didukung oleh peranti lunak dan peranti keras terbaru pada umumnya.

6. AIFF

(Audio Interchange File Format) dikembangkan oleh Apple. File-file AIFF tidak cross-platform dan format tidak didukung oleh semua browser jaringan.Suara yang disimpan dalam format AIFF mempunyai extensi . aif atau . aiff.

BAMBOO by Andika Juendo Pratama

Bamboo

Bamboo fun pen tablet pada dasarnya berguna untuk menggambar layaknya pena atau pensil yang digunakan untuk menulis atau menggambar pada objek kertas. Dalam bamboo fun pen tablet terdapat beberapa perangkat yaitu :

1. Pen yaitu untuk menulis atau menggambar seperti halnya fungsi pada pena atau pensil
2. Pad yang berfungsi sebagai objek tempat menulis, seperti halnya buku.
3. Mouse berfungsi seperti mouse pada umumnya yaitu untuk mengarahkan cursor.
Cara penggunaan dan contoh hasilnya
Cara menggunakan bamboo fun tablet adalah dengan menggerakkan pen pada Pad nya. Pada pen terdapat 2 kutub dan 2 tombol. Kutub yang ujungnya lebih tipis berguna untuk menggambar objek dan kutub yang lebih besar digunakan untuk menghapus objek. Tombol dari bagian bawah dari kutub yang kecil berguna untuk mendrag lembar kerja dan tombol yang di atsnya berguna sebagai clik kanan pada mouse. Lalu Pad berguna sebagai tempat pen menulis atau menggambar, sehingga objek yang ditulis atau digambar tersebut dapat tampil pada layar monitor komnputer. Pada pad terdapat beberapa tombol yaitu :
- berguna untuk forward
Keuntungan Pengguanaan Bamboo fun pen tablet
Dengan pen tablet dapat mempermudah membuat suatu objek pen tablet lebih fokus dalam menulis objek, kebiasaaan manusia menulis dengan pena, karena ini laha pen tablet jadi sangat mudah digunakan manuasia

contoh hasil,,,,